🏦

Deposito & Surat Berharga Negara (SBN)

Risiko Rendah 📈 3% – 6% / tahun 💧 Rendah (terikat tenor)

📖 Apa Itu?

Deposito adalah simpanan berjangka di bank dengan bunga tetap dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank. SBN adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah Indonesia untuk membiayai anggaran negara, baik dalam bentuk Obligasi Negara (ON) maupun Surat Perbendaharaan Negara (SPN).

⚙️ Cara Kerja

Untuk deposito: Anda menyimpan uang di bank dengan jangka waktu tertentu (1, 3, 6, 12, atau 24 bulan) dan bank akan membayar bunga secara periodik (bulanan atau saat jatuh tempo). Untuk SBN: Anda membeli melalui mitra distribusi (bank, sekuritas, atau aplikasi investasi) dan akan menerima kupon (bunga) secara periodik (biasanya 6 bulan sekali) hingga jatuh tempo, di mana pokok investasi dikembalikan.

✅ Kelebihan

  • • Aman, dijamin LPS (bank) atau pemerintah (SBN)
  • • Return pasti dan diketahui di awal (fixed rate)
  • • Cocok untuk dana darurat atau tujuan jangka pendek (<1 tahun)
  • • Mudah diakses melalui bank atau aplikasi investasi

❌ Kekurangan

  • • Return rendah, sering kalah dengan inflasi (return riil negatif)
  • • Tidak likuid (penalti jika dicairkan sebelum jatuh tempo untuk deposito)
  • • Untuk SBN, harga bisa turun jika dijual sebelum jatuh tempo di pasar sekunder
  • • Pajak bunga deposito 20% (untuk bunga di atas Rp 7,5 juta per tahun)

📈 Mengapa Bisa Naik & Turun?

📈 Faktor Kenaikan

  • • Suku bunga acuan BI naik → bunga deposito/SBN naik (bank akan menyesuaikan)
  • • Inflasi turun → daya beli return meningkat (return riil lebih tinggi)
  • • Stabilitas ekonomi dan politik → kepercayaan investor meningkat
  • • Kebijakan pemerintah yang pro-investasi → minat terhadap SBN meningkat

📉 Faktor Penurunan

  • • Suku bunga acuan turun → bunga deposito/SBN turun (bank menurunkan suku bunga)
  • • Inflasi tinggi → return riil negatif (daya beli tergerus)
  • • Risiko gagal bayar bank (hanya untuk bank yang tidak dijamin LPS atau di atas plafon)
  • • Depresiasi rupiah → untuk SBN berdenominasi valas, nilai rupiah bisa turun

🎯 Strategi

Pilih deposito dengan bunga kompetitif dan tenor sesuai kebutuhan (untuk dana darurat, gunakan tenor 1-3 bulan). Untuk SBN, pilih seri dengan kupon yang menarik dan perhatikan pajak. Lakukan diversifikasi antara deposito dan SBN untuk memaksimalkan return.

📌 Contoh

Anda deposito Rp 100 juta dengan bunga 5% per tahun. Setelah 1 tahun, Anda mendapat bunga Rp 5 juta (sebelum pajak). Untuk SBN, misal FR0100 dengan kupon 6,5%, Anda dapat bunga setiap 6 bulan sebesar Rp 3,25 juta (sebelum pajak).

💡 Tips

Gunakan deposito untuk dana darurat (3-6 bulan biaya hidup). Untuk SBN, perhatikan jadwal lelang (biasanya setiap bulan) dan pilih tenor yang sesuai dengan tujuan finansial. Manfaatkan SBN ritel (SBR, ORI, Sukuk) yang bisa dibeli dengan modal kecil.

👤 Cocok Untuk

Investor pemula, pensiunan, atau yang tidak suka risiko dan ingin pendapatan tetap. Cocok juga untuk dana darurat dan tujuan jangka pendek (<1 tahun).

Kembali ke daftar instrumen